Memaparkan catatan dengan label Faizal Tahir. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Faizal Tahir. Papar semua catatan

Jumaat

Faizal Tahir - Assalamualaikum

Nana nanananana, nana nanananana
Nana nanananana

Nana nanananana, nana nanananana
Nana nanananana

Apa yang ku lihat ini
Mengapa hanya video bunuh sana sini
Di kaca TV, dalam internet, di FB
Hanya darah dan air mata
Ramai yang hina agamaku
Terasa bakar di jiwaku
Can’t believe there are people like this
Can’t believe we are living like this

Apa kita hanya terima sahaja?

Isnin

Hanyut – Faizal Tahir

Harus bagaimana lagi
Dan terus begini
Dengarkan aku
Lihat ke mataku

Cukup sudah kau menghukum
Salahku tetap salahku
Benarkan ku berbicara
Agar bisa pulih semua
Namun harus sampai bila
Kau kan diam seribu bahasa

Korus

Maafkanlah ku tak bisa hidup tanpa kamu
Fahamilah ku tak mampu terus tanpa kamu
Bagaimana ku nanti
Bila tiada mengganti
Yang ku ada hanya kamu saja

Saat mata terpejam
Hanya kau ku terbayang
Menghapus semua segala rasa di jiwaku
Saat mata terbuka
Kamulah yang pertama
Tak mampu aku
Bayangkan
Hidup tanpa dirimu

Maafkanlah ku tak bisa hidup tanpa kamu
Fahamilah ku tak mampu terus tanpa kamu
Bagaimana ku nanti
Bila tiada mengganti
Yang ku ada hanya kamu saja

Aku memang bersalah
Selalu saja mengabaikan mu
Dan tapi dah ku sedari
Segala perit kau lalui
Ku terlupa kau terluka

Dan memang selalu
Aku bersalah
Selalu saja mengabaikan mu
Meninggalkan mu

Dan tetapi itulah aku sedari
Segala perit yang kau lalui
Kerna diriku yang terus hanyut
Maafkanlah ku tak bisa hidup tanpa kamu

Bagaimana ku nanti
Bila tiada mengganti
Yang ku ada hanya kamu saja
Bagaimana ku nanti
Bila kau tak di sisi
Yang ku ada hanya kamu saja

Ahad

Gemuruh – Faizal Tahir

Bila bertalu rentak dikalbu
Hasrat yang tersirat semakin kuburu
Bila bergema laungan gempita
Harapan bernyala nadiku berganda

Gemuruh jiwa semangat membara
Dari puncak ingin ke angkasa
Berkalungkan bintang berkelipan
Menyerlah jauh dari yang biasa

Korus

Bila bertalu rentak dikalbu
Hasrat yang tersirat semakin kuburu
Bila bergema laungan gempita
Harapan bernyala nadiku berganda

Gemuruh jiwa semangat membara
Dari puncak ingin ke angkasa
Berkalungkan bintang berkelipan
Menyerlah jauh dari yang biasa

Ungkapan ini bukan sekadar bermimpi
Segalanya pasti kan terbukti nanti

Gemuruh jiwa semangat membara
Dari puncak ingin ke angkasa
Berkalungkan bintang berkelipan
Menyerlah jauh dari yang biasa

Gemuruh jiwa semangat membara
Dari puncak ingin ke angkasa
Berkalungkan bintang berkelipan
Menyerlah jauh dari yang biasa
Menyerlah jauh dari yang biasa
Related Posts with Thumbnails